Perjalanan Silaturahmi ke Lokasi Pengungsi Korban Erupsi Gunung Ile Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
Selasa, 17 Jumadil Awwal 1446 H / 19 November 2024 M
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memudahkan perjalanan kami. Kami, keluarga besar Tim Yarsi Watohari Solor, baru saja menyelesaikan sebuah perjalanan singkat namun penuh makna. Perjalanan ini membawa kami ke Larantuka, dan kemudian ke lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Ile Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Sebelum menuju lokasi pengungsian, kami melakukan berbagai persiapan, termasuk membeli barang dan kebutuhan yang akan disalurkan kepada para pengungsi. Persiapan ini kami lakukan tidak sendirian, melainkan dengan bantuan dari Tim Yayasan Majelis Ta’lim Syuhada Larantuka (MTSL). Setibanya kami di Pelabuhan Laut Larantuka, kami disambut oleh Tim MTSL yang dipimpin oleh Bapak Adam Abu Bakar, seorang anggota kepolisian Flores Timur sekaligus salah satu pimpinan yayasan.
Pertemuan ini terasa sangat hangat, mengingat sudah lama kami tidak bertemu. Dengan menggunakan mobil patroli yang dikemudikan langsung oleh Pak Adam, kami melanjutkan perjalanan menuju Larantuka sambil berdiskusi ringan tentang kondisi pengungsi di sana.
Sebelum menuju lokasi utama, kami singgah di sebuah warung untuk menikmati hidangan dan kopi, memberi kami semangat setelah perjalanan panjang melintasi ombak Tanjung Wai Lebe. Setelah itu, kami menuju Masjid Al-Mujahidin untuk bermusyawarah mengenai kebutuhan para pengungsi. Dalam musyawarah tersebut, kami sepakat untuk menyediakan makanan siap saji berupa nasi kotak yang akan didistribusikan kepada mereka.
Akhirnya, kami tiba di lokasi pengungsian di Konga. Masya Allah, Tabarakallah. Melihat langsung kondisi para pengungsi sangat menggugah hati. Tempat pengungsian yang sangat sederhana, dan wajah para pengungsi yang penuh kesedihan, menunjukkan betapa besar ujian yang mereka hadapi. Walaupun kami hanya datang untuk bersilaturahmi, kehadiran kami sudah mampu membawa kebahagiaan bagi mereka. Salah seorang pengungsi berkata dengan penuh haru, “Ustadz, jangankan membawa oleh-oleh. Kehadiran Ustadz untuk melihat kami saja sudah membuat kami bahagia.”
Di lokasi ini terdapat sekitar 19-20 kepala keluarga Muslim dengan total 50 jiwa yang membutuhkan bantuan dan perhatian dari kita semua. Tempat ini menjadi prioritas bagi banyak lembaga dan individu yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Kami mengajak seluruh umat untuk bersatu dalam misi kemanusiaan ini, memberikan doa, dukungan, serta berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Ile Lewotobi Laki-Laki.
Demikian laporan perjalanan singkat kami. Semoga Allah membalas segala kebaikan kita dengan keberkahan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.